Eman Mulyatman
http://www.sabili.co.id/tafakur/daun-yang-meneduhkan
Daun bagian dari tumbuhan, bentuknya biasanya melebar tapi ada juga yang
panjang, sesuai dengan fungsi dan sifatnya, mulai sebesar daun pisang
hingga sekecil duri kaktus. Hijaunya daun menyejukkan mata dan
meneduhkan dari terik matahari.
Daun cermin kemandirian dapat memproduksi makanan sendiri. Kecerdasan
daun terlihat dari kepandainnya menyesuaikan diri. Di daerah segersang
padang pasir ia menjelma kaktus. Di atas air, ia mengambang jadi
teratai. Kemandirian daun tidak menunggu dewasa ia sudah dapat melakukan
fotosintesis, sesaat tunas itu tumbuh.
Daun tidak egois energi dan makanan hasil fotosintesis, dialirkan ke
seluruh bagian tumbuhan. Daun tak lupa diri, ia menyadari bahwa ia ada
berkat dukungan yang lain juga. Lihatlah, semakin rimbun daun, semakin
kokoh akar yang menyerap air dan sari pati makanan, serta semakin kuat
pula batang yang menyalurkannya.
Alam seisinya tak ada yang sia-sia. Belajarlah dari daun yang yang
mengubah keburukan menjadi kebaikan. Zat asam arang yang berbahaya
diubah (fotosintesa) menjadi oksigen dan energi yang bermanfaat.
Daun hidup dengan pola harmoni, Karenanya ia tidak layu karena
kelebihan berproduksi atau pucat karena kurang asupan makanan. Daun
terus bermanfaat hingga akhir hayat. Sebelum mati, lebih dulu membentuk
tunas baru. Seperti pohon jati yang melepas daun agar tak kekurangan
air. Terlepasnya dari pokok pohon, menjadi pupuk yang menyuburkan.
Banyak sekali manfaat daun, tidak hanya bagi tumbuhan yang
ditinggalinya. Mulai dari hewan dan manusia yang menghirup oksigen hasil
fotosintesis, menjadi lalapan, sebagai bahan obat, hingga pembungkus.
Daun itu indah, dengan beragam bentuk dan corak warna, menjadikan
tumbuhan dan pepohonan tampak lebih hidup. Daun itu menyejukkan.
Mengayomi dan menentramkan.
Namun hati – hati, ada pula daun yang berduri, membuat gatal, beracun
ataupun menyebarkan bau busuk. Yang jelas, rahasia ini kita tidak tahu,
bagi manusia mungkin tidak atau belum diketahui manfaatnya. Tapi bagi
mahluk lain bisa saja manfaatnya sangat besar. (Eman Mulyatman)